UAS (AYAM BAKAR)

A.Latar Belakang Pemilahan Judul :
Jumlah penduduk indonesia semakin tahun ke tahun semakin bertambah menyebabkan kebutuhan masyarakat indonesia terhadap pangan semakin meningkat pula. Semakin meningkatnya kebutuhan pangan tersebut mendatangkan peluang – peluang bisnis yang di tangkap oleh investor, Salah satunya bisnis Ayam Bakar . Bisnis ini Banyak di minati investor karena memiliki tingkat pengambalian investasi yang sangat cepat dan dapat memenuhi kebutuhan primer masyarakat.
Dalam keadaan perekonomian yang semakin sulit ini banyak terjadi persaingan di berbagai bidang kehidupan, termasuk didalamnya persaingan dalam dunia wirausaha. Banyak wirausaha yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu wirausaha untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki usahanya. Supaya usahanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka wirausaha tersebut harus dapat mengantisipasi perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif dengan melakukan strategi yang tepat agar tidak tersisih dalam persaingan. Selain itu wirausaha juga harus dapat mengantisipasi kecenderungan ekonomi di masa mendatang dan harus dapat bersaing dengan wirausaha lain yang bergerak di bidang yang sama. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kemajuan usahanya.Peningkatan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan hidup memberikan lapangan pekerjaan atau wirausaha baru. Salah satu contoh usaha menjual ayam bakar. Dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan. Lahirnya usaha atau bisnis baru ini juga menimbulkan pro dan kontra. Baik dari sisi menjual ayam bakar maupun bidang-bidang usaha lainnya dari sisi konsumen akan tetapi usaha ini walaupun dikatakan bisnis baru tetapi telah mempunyai pangsa pasar yang tersendiri. Dengan Latar belakang perekonomian saat ini, saya tertarik untuk mengambil judul usaha industri kecil seperti : usaha ayam bakar , karena usaha ayam bakar didaerah yang saya teliti sangat banyak peminatnya dan banyak yang mengunjungi ayam bakar tersebut. Selain itu bagi saya merupakan tambahan pengetahuan dari dunia praktisi dan sebagai pembelajaran sebelum masuk kedunia bisnis.Makanya saya mengambil judul dan meneliti Usaha Ayam bakar.
B. Pembatasan Masalah :
• Tempat : Jakarta, GG. Alpukat 2
Belakang Mall Citraland
• Jenis: Industri Kecil
• Kegiatan : Bisnis Ayam Bakar ,cenderung dianggap orang sebagai bisnis yang kecil / mempunyai untung yang sedikit dibandingkan dengan bisnis sejenis yang lainya. Tapi sebelum kita mengatakan hal itu untuk kedua kalinya coba kita telusuri tentang Ayam Bakar .Ayam Bakar tersebut ada di wilayah Jakarta barat,GG.Alpukat, ditempat ini lah ayam bakar yang menurut saya paling Enak ( Sering makan disitu ) dengan mengandalkan tempat seluas 5x 5 m.Ayam bakar ini memulai usahanya di tempat itu pada awal usahanya di buka memang tidak langsung banyak pembeli dengan tekat dan semangat yanng kuat yang ada pada diri beliau, ternyata beliau gak salah pilih untuk usaha yang akan digelutinya.Selain semangat yang keras ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan usaha tersebut diantaranya tempat sangat strategis juga sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha, misalnya suatu usaha yang dibuka ditempat umum dan ramai tingkat keberhasilanya akan lebih di bandingkan ditempat yang sepi, mungkin itu salah satu pertimbangan beliau, sehingga beliau memilih tempat tersebut, selain lokasi yang strategis tapi juga ramai dilalui kendaraan bermotor dan pejalan kaki di daerah tersebut, sehingga memudahkan akses pengenalan makanan tersebut pada pelanggan.
C. Isi :
Usaha Ayam bakar ini dibantu oleh 1 karyawan laki. Ayam bakar ini buka dari jam 16.00 – 22.00 WIB. Dengan mengandalkan jualan ayam bakar saja mereka dapat mengantongi untuk rata – rata Rp.25.000.000 perbulanya, itu mungkin aja di dapat dengan omset penjualan 95 ayam per malam dengan harga Rp.9000 1 porsi ayam bakar maka penjualanya dalam satu malam saja mencapai Rp.800.000, belum lagi pendapatan penjualan dari berbagai minuman yang disediakan, padahal kalau dihitung – hitung modal yang diperlukan hanya Rp.500.000 untuk satu malam saja itu juga tidak tentu, karena kata mereka banyak yang di beli perbulan seperti: ayam, bumbu kacang ,kecap. Dengan demikian banyaknya untung yang di dapat iuntuk satu malam saja Rp.410.000, dan bila dikalikan 28 hari kerja maka untung dalam satu bulanya Rp11.480.000. Tapi itu belum laba bersihnya, karena masih dikurang sewa tanah yaitu 5.000.000 pertahunya. Jadi kalau dihitung – hitung laba bersih perbulanya adalah Rp.10.980.000, jadi kita bisa tebak berapa pendapatan iyan Oleh pertahunya tapi itu baru penjualan Ayam bakar aja belum di hitung penjualan beraneka ragam minuman yang di sediakan di tempat tersebut. Tapi belakangan ini Iyan katanya khwatir, ketika ditanyakan beliau menjawab tentang maraknya usaha yang sejenis dan berdekatan dengan tempat usaha beliau ,hal itu dapat dimaklumi dengan adanya usaha yang sejenis dan berdekatan,secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap omset penjualan beliau,disini dibutuhkan kemampuan yang lebih, supaya para pelanggan tidak pergi ketempat yang lain. Menurut saya ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Iyan supaya para pelanggan tidak lari, selain peningkatan mutu tapi juga harus diperhatikan kenyamanan para pelanggan, ini dapat dilakukan dengan cara penambahan luas tempat usaha dan pelayan,karena kalau tempatnya tidak di perluas dan pelayanya tidak ditambah maka pelanggan yang menunggu akan bosan menunggu dan ahirnya pergi ketempat lain, dan apabila sudah pergi ketempat lain maka omset penjualanya akan berkurang, tapi sebelum hal itu terjadi maka beliau harus mempertimbangkan beberapa aspek diatas. Jadi sekarang kita tahu ternyata jualan Ayam bakar juga dapat memberikan untung yang lebih besar dari yang kita harapkan, dan mungkin lebih besar untuk itu sebelum mengambil keputusan tidak ada salahnya kita mempertimbangkan usaha tersebut diatas, siapa tau kita dapat lebih berhasil dari Beliau.
Cara Pembuatan Ayam bakar kecap :

Untuk membuat ayam bakar kecap yang enak perlu bahan dan cara membuat yang tepat. Masakan ayam yang enak tentu menjadi keinginan konsumen.
Bahan:
* 1 ekor ayam
* Mentega untuk memoles
* Kecap manis secukupnya
* 1 potong lengkuas, dimemarkan
* 1 batang serai, dimemarkan
* 3 lembar daun salam
* 5 buah cabai merah, dihaluskan
Bumbu:
* 2 siung bawang putih
* 4 butir bawang merah
* 5 butir kemiri
* 1 potong (1 cm) kunyit
* garam secukupnya
Cara Membuat:
* Ayam dibersihkan dan potong menjadi 4 bagian.
* Semua bumbu dijadikan satu lalu dihaluskan, ini agar semua bumbu menyatu dalam ayam bakar kecap nantinya..
* Dengan air secukupnya, rebus ayam dengan bumbu yang sudah dihaluskan, lengkuas, daun salam dan serai sampai matang dan bumbu merata dan meresap. resapan bumbu akan menambah taste ayam bakar.
* Lalu bakar ayam dengan bara api sedang sambil dilumuri cabai merah yang sudah dihaluskan, lalu olesi dengan mentega dan kecap manis. Bakar ayam sampai warnanya kecoklatan. Kemudian ayam bakar siap disajikan oleh konsumen saya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: